PG. KEBONAGUNG

Berita Terkini

Silaturahim Jelang Purna Tugas Karyawan PG Kebon Agung tahun 2019-2020 “Menjadi Manusia Bermakna sebagai Agen Kebahagiaan”

Sabtu 28 Oktober lalu, PG Kebon Agung menyelenggarakan pembekalan bagi karyawan yang akan memasuki masa purna tugas tahun 2019 – 2020. Total ada 85 karyawan yang akan memasuki masa purna tugas, terdiri dari 21 karyawan kampanye pensiun tahun 2019 dan 28 karyawan pada tahun 2020 serta 36 karyawan tetap pensiun tahun 2020.

Pada kesempatan ini pemimpin PG Kebon Agung menyampaikan bahwa pekerja dibatasi oleh usia dan peraturan ketenagakerjaan. Batas usia pensiun karyawan PG Kebon Agung adalah 55 tahun seperti yang tertera pada perjanjian kerja bersama antara SPSI sebagai representasi perwakilan karyawan dengan manajemen PT Kebon Agung.

Lebih lanjut pemimpin PG Kebon Agung menyampaikan usia pensiun memang ada batasnya tapi untuk silaturahim tidak berbatas usia, “kami berharap kepada karyawan yang purna tugas nantinya akan tetap menjalin silaturahim dengan PG Kebon Agung”. Dibagian lain dalam sambutannya, pemimpin PG Kebon Agung-Hendro Setiaji- berharap agar ilmu dan pengalaman yang dimiliki, untuk ditularkan kepada yuniornya sebagai generasi penerus demi keberlangsungan dan kemajuan PG Kebon Agung.

Hal yang sama juga disampaikan Sugianto-Ketua SPSI unit kerja PG Kebon Agung-yang pada tahun ini juga akan memasuki masa persiapan purna tugas. Selain tetap memiliki semangat untuk terus berkarya ketua SPSI juga  berharap untuk tetap menjaga kesehatan dan tetap menjalin tali silaturahim dengan PG Kebon Agung. Perihal berkurangnya karyawan PG Kebon Agung, ketua SPSI menyarankan untuk segera mengisi kekosongam itu dengan karyawan baru atau mereposisi dengan tidak melupakan kualifikasi karyawan atau calon karyawan.

Sebagai penutup acara, disampaikan pembekalan bagi karyawan yang akan purna tugas oleh dr. Vivi, motivator dari Rumah Cerdas dengan tema Menjadi Manusia Bermakna sebagai Agen Kebahagiaan. Selaian kesiapan mental, dr. Vivi juga berharap kepada karyawan yang akan purna tugas untuk mempersiapkan pengelolaan finansial, mengingat tidak sedikit dari karyawan yang purna tugas tidak bisa mengelola keuangan. Dibagian akhir dr. Vivi berharap agar tetap melakukan aktifitas melalui komunitas yang baru agar sindroma post power dapat dihindari.

bcr,-